Kamis, 28 Juli 2016

Pengambilan Keputusan

Pengambilan Keputusan dalam sebuah Organisasi diperoleh dari proses input (masukan), proses, dan output seperti pada gambar di berikut :
Gambar 1. General System dalam pengambilan keputusan

Dalam artikel ini akan dijelaskan bagaimana peranan GIS (Geographic Information System) sebagai sebuah tools dan metode dalam pengambilan keputusan sebuah organisasi.
Ahli ekonomi dari Jepang Fujita [1999] mengatakan bahwa saat ini adalah era spasial ekonomi yang memperhatikan dimana dan kapan sebuah aktivitas ekonomi dilakukan. Pemimpin sebuah bisnis harus mampu mengakomodasi pendistribuasian geografis industri yang dimiliki dengan memanfaatkan infomasi-informasi spasial dalam menentukan keputusan. Penambahan penggunaan data membutuhkan sebuah tools dan metode baru. GIS merupakan solusi untuk permasalahan tersebut. Akan tetapi penggunaan GIS menjadi sebagai sebuah tools dan metode dalam pengambilan keputusan membutuhkan sebuah input yang berkulitas, akurat, relevan, untuk mendapatkan hasil / keluaran yang juga berkualitas dan actionable. Sebuah keputusan yang diambil dari GIS harus mampu menghasilkan opsi-opsi yang kreatif, mengidentifikasi dan mengkuantifikasi kriteria kriteria evaluasi, mengembangkan secara sebab akibat antara opsi dengan kriteria evaluasi, juga melakukan analisa terhadap opsi dan kriteria-kriteria evaluasi yang inginkan. Sebelumnya telah ditemukan sebuah metoda yang disebut dengan Management Information System (MIS). GIS sebenarnya adalah subclass dari MIS yang dikembangkan secara lebih inovatif sehingga memberikan keuntungan kompetitif bagi para pengambil keputusan dalam memecahkan berbagai permasalahan yang beragam. Beberapa keuntungan dari GIS adalah :
·         Memungkinkan pengambil keputusan untuk melakukan analisa dan mengkorelasikan kegiatan operasional organisasi mereka secara spasial.
·         Menanamkan pola pikir (mindset) kepada para pengambil keputusan bahwa spasial dan geospasial adalah faktor penting khususnya :
·         Membantu pengambil keputusan untuk memperoleh bentuk alternatif dari sebuah data.
·         Membantu pengambil keputusan untuk mencari alternative sumber data.
·         Membantu pengambil keputusan untuk menggunakan geoscience seperti remote sensing menjadi sebuah inovasi dalam pengumpulan dan pemrosesan data dalam bisnis.
·         Membantu pengambil keputusan untuk mengevaluasi kembali proses pengambilan keputusan dengan alternative pertimbangan dari GIS.
GIS dengan kemampuan geospasialnya memudahkan para pengambil keputusan untuk mengasosiasikan berbagai tipe data dan sumber data yang dimiliki. GIS mampu melakukan analisa dengan tingkat ketelitian yang lebih baik terhadap data penjualan sebuah produk sesuai dengan tempat dan waktu yang diasosiasikan dengan lokasi produksi, lokasi distribusi dan jaringan, titik transportasi dan link, juga berdasarkan demand pelanggan secara spasial. Gambar dibawah ini menunjukan bagaimana input data dari berbagai tipe data digunakan.
Gambar 2. Aspek Data Geospasial pada GIS

Gambar 3. Data issue pada analisis bisnis

Data pada GIS dan Data Bisnis diberikan dalam beberapa tipe dan bentuk. Untuk GIS tipe data yang digunakan adalah tipe raster, vector, elevasi, spectral, textual, dan tipe structural (tipe data dalam bentuk table). Data bisnis juga diperoleh dari beberapa bentuk namun yang paling sering dijumpai biasanya dalam bentuk program spreadsheet atau non structural data berupa grafik presentasi. Data-data seperti ini juga dapat dilakukan dalam analisa GIS.
Seperti telah disebutkan bahwa data dalam beberapa bentuk : vector, raster, grid elevasi, textual, dan spectral. Bentuk presentasi data menjadi hal penting karena sebagian besar pengambil keputusan tidak asing lagi dengan file-file spreadsheet, database, dan pengolahan kata. Keakuratan sebuah data ditentukan oleh bagaimana data tersebut di dapatkan. Akurasi bisa saja content, horizontal, vertical, spectral, radiometik dan lokasional. Gambar 2 dan 3 adalah hubungan antara model pengambilan keputusan dengan data-data yang diperlukan untuk mengambil keputusan. Seorang pengambil keputusan (manager) dan seorang analist harus selalu mengetahui data-data yang telah dimiliki, dan data yang perlukan untuk melakukan analisis. Gambar 4 penyertaan data geospasial dalam proses pengambilan keputusan menambah keyakinan dan kepuasan dalam memutuskan suatu persoalan.

Gambar 4. Kombinasi Geospasial dan Data Bisnis

 Untuk penjelasan lebih lengkap, dapat anda temukan pada artikel berikut:


Definisi GIS

Definisi
Geographic Information System merupakan integrasi antara perangkat keras, perangkat lunak, dan data untuk menangkap, mengatur, menganalisa, dan menampilkan semua bentuk geografi yang memberikan informasi.
Dengan GIS kita bias melihat, memahami, bertanya, menterjemahkan dan menampilkan data dengan banyak cara seperti relationaship, simbol-simbol, dan trend dalam bentuk peta, laporan atau grafik. GIS membantu menyelesaikan permasalahan dengan mengacu pada data yang ada sehingga menjadi mudah dipahami dan dibagi satu sama lain. Teknologi GIS juga bisa di gabungkan dengan framework system informasi enterprice.
Tiga Tampilan dalam GIS
GIS berasosiasi dengan peta. Sebenarnya peta hanya salah satu cara bekerja dengan data geografis di GIS. GIS bisa di tampilan dengan tiga cara seperti berikut :
1.        Tampilan Database: GIS sebenarnya adalah database unik dari geografi bumi (geodatabase). Bisa dikatakan sebagai Sistem Informasi untuk Geografi. Secara mendasar GIS berbasis pada struktur database yang menggambarkan bumi dengan simbol-simbol geografi.


2.        Tampilan Peta : GIS mampu menentukan intelligent peta yang mampu menunjukkan attribute-attribut di permukaan bumi dan saling keterkaitan satu dengan lainnya. Sebuah peta berbasis system informasi bias di bangun dan gunakan sebagai ‘jendela database’ untuk mendukung queri, analisis, dan editing informasi.


3.       Tampilan Model : GIS membentuk tools transformasi informasi yang memberikan dataset geografi yang baru dari dataset yang ada. Fungsi geoprosesing ini memperoleh informasi dari dataset yang telah ada, menerapkan fungsi analisis, dan menuliskan hasilnya kedlam dataset yang baru.


Dengan menggabungkan data dan menerapkan beberapa aturan analisis kita bisa membuat sebuah model yang membantu menyelesaikan permasalahan yang di hadapi. Sebagai contoh GPS (Global Positioning System) dan GIS digunakan untuk mendapatkan model akurasi dan distribusi lokasi tertentu. Ketiga tampilan ini menjadi bagian penting dari Intelligent GIS dan digunakan dalam GIS dalam level yang bervariasi.


Untuk penjelasan lebih lengkap, dapat anda baca pada artikel berikut:
http://localhost:88/blog_6/komponen-gis/